Rumah

Ini bukan rumahku. Aku punya rumah yang lain, tempat yang kupersiapkan untuk menampung kenangan dari kehidupanku. Rumah yang bisa membuatku betah dengan segala pahit manisnya.

Rumah. Ia bukan sekadar onggokan batu dan tanah dan kayu. Maknanya bisa jauh melampui nama benda-benda mati itu. Padanya disampirkan banyak mitos dan kepercayaan. Ada ritus-ritus tertentu agar rumah itu mendatangkan kebahagiaan atau menolak kesengsaraan.

Rumah. Ia bukan sekadar tempat berteduh. Darinya muncul kelapangan rezeki atau sebaliknya. Ketenangan hati atau kegaduhannya. Semua berkelindan dengan bagaimana rumah itu dibuat. Ada primbon yang mengaturnya, bagi orang-orang kuno. Ada fengshui bagi orang-orang Tionghoa.

Rumah. Ia bukan sekadar alamat pulang. Lebih dari itu, darinya akan muncul sebuah kehidupan. Dari satu generasi ke generasi lainnya. Membentuk mata rantai yang panjang.